Tata Kelola Perusahaan

Piagam Komite Audit

Komite Audit

Berdasarkan keputusan Dewan Komisaris yang berlaku sejak 25 Januari 2013, Komite Audit dibentuk di bawah Dewan Komisaris dalam rangka membantu Dewan Komisaris dalam memenuhi tanggung jawab pengawasan. Komite Audit Perseroan beranggotakan satu orang Komisaris Independen dan dua orang pihak eksternal yang independen. Pembentukan Komite Audit ini berlaku terhitung sejak tanggal berlakunya keputusan Dewan Komisaris Perseroan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2016 yang diselenggarakan pada tahun 2017. Pembentukan dan tata kerja Komite Audit Perseroan dalam segala hal telah memenuhi ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.04/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Komit Audit bertugas untuk membantu Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit diatur dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter). Tanggung jawab Komite Audit antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan tugas dan tanggung jawab Komite Audit berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.04/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
  2. Mengawasi kegiatan audit internal maupun eksternal Perseroan, antara lain dari perencanaan, pelaksanaan, temuan dan aksi tindak lanjut.
  3. Memberikan saran kepada Dewan Komisaris dalam memastikan integritas laporan keuangan Perseroan.
  4. Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris atas laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris dan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris.

Sedangkan tugas-tugas yang dilaksanakan oleh Komite Audit, antara lain adalah:

  1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan;
  2. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan;
  3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan publik atas jasa yang diberikannya;
  4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan akuntan publik yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan biaya; atas jasa yang diberikannya;
  5. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal;
  6. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi;
  7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan;
  8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan; dan
  9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

Rapat Komite Audit

Sesuai dengan Piagam Komite Audit, Komite Audit mengadakan rapat secara berkala paling kurang satu kali dalam tiga bulan, dipimpin oleh Ketua Komite Audit atau anggota Komite Audit yang paling senior, apabila Komite Audit berhalangan hadir. Rapat Komite Audit hanya dapat diselenggarakan apabila dihadiri oleh lebih dari 2/3 dari jumlah anggota Komite Audit. Sepanjang 2016, Komite Audit mengadakan rapat sebanyak 8 (delapan) kali sebagai berikut:

NamaJabatanKehadiran
Jumlah Kehadiran%
Bacelius RuruKetua Komite Audit8100
Irwandy ArifAnggota Komite Audit8100
Aria KanakaAnggota Komite Audit790

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit 2016

Komite Audit ikut serta dalam pembahasan implementasi sistem akuntansi baru khususnya PSAK 64 “Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral” yang diadopsi dari IFRS 6 “Exploration and Evaluation of Mineral Resources”. Tujuan PSAK 64 adalah untuk menetapkan pelaporan keuangan atas eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral”.

Pada 2016, Komite Audit melaksanakan beberapa kegiatan berikut:

  1. Audit atas laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia.
  2. Berkoordinasi dengan Internal Audit dan Bagian Legal untuk memastikan bahwa Perseroan telah beroperasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  3. Memastikan bahwa Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk bersikap independen dan melakukan tugasnya dengan baik dan profesional.
  4. Memastikan sistem pengendalian internal di Perseroan telah berjalan sesuai dengan fungsi Internal Audit
  5. Memastikan tidak ada tindakan fraud dan/atau benturan kepentingan yang terjadi terkait kegiatan operasional.
Tutup
Loading