Sekilas Perusahaan

Visi & Misi

Selamat datang di website Toba Bara

 

Beroperasi sejak 2007, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Perseroan) awalnya didirikan dengan nama PT Buana Persada Gemilang berdasarkan Akta No. 1 tanggal 3 Agustus 2007 yang disahkan di hadapan Notaris Tintin Surtini, S.H., M.H, M.Kn, sebagai pengganti Surjadi SH, Notaris di Jakarta. PT Buana Persada Gemilang berubah nama menjadi PT Toba Bara Sejahtra berdasarkan Akta No. 173 tanggal 22 Juli 2010 di hadapan notaris Jimmy Tanal, S.H., yang menggantikan Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M. Kn, Notaris di Jakarta. Pada 2012, Perseroan menyelenggarakan Penawaran Umum Perdana dengan jumlah saham sebesar 210.681.000 lembar, senilai Rp1.900 per saham. Pada 6 Juli 2012, Perseroan resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan terbuka dengan jumlah saham sebesar 2.012.491.000 lembar dengan kode saham TOBA. Saat ini, pemegang saham terbesar Perseroan adalah Highland Strategic Holdings Pte. Ltd (HSH) yang merupakan perusahaan investasi dari Singapura dengan fokus investasi antara lain di sektor energi.

Perseroan merupakan salah satu produsen batu bara termal utama di Indonesia dengan lokasi di Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang memiliki luas konsesi area sekitar 7.087 hektar terdiri dari 3 tambang. Total estimasi cadangan batu bara sebesar 147 juta ton dan sumber daya batu bara sebesar 236 juta ton berdasarkan laporan JORC per 2011 dan 2012. Ketiga konsesi tambang memiliki lokasi yang saling bersebelahan dan dioperasikan oleh 3 anak perusahaan Perseroan yaitu PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), PT Indomining (IM), dan PT Trisensa Mineral Utama (TMU). IM dikembangkan sebagai aset greenfield pada tahun 2007, disusul dengan ABN pada tahun 2008, dan TMU yang mulai dikembangkan pada tahun 2011. Dengan lokasi ketiga konsesi tambang yang saling bersebelahan tersebut, Perseroan memanfaatkan keunggulan ini untuk mengintegrasikan sistem logistik dan infrastruktur sehingga dapat menggunakan infrastruktur secara kolektif untuk mengoptimalkan efisiensi biaya.

Pada 2013, Perseroan menambah lini usaha di bidang pengolahan minyak kelapa sawit dengan mengakuisisi PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU) dalam rangka penyelesaian tumpang tindih lahan. Guna memaksimalkan perkebunan kelapa sawit tersebut, Perseroan membangun pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton per jam untuk memproses hasil perkebunan. Pabrik kelapa sawit telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2016.

Dari tahun ke tahun, Perseroan mampu menciptakan pertumbuhan dalam hal sumber daya, skala bisnis dan sistem operasional. Pertumbuhan ini tampak dari peningkatan dan pemerataan jumlah ekspor ke beberapa negara di kawasan Asia selain Tiongkok, seperti Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, India, Jepang dan kawasan ASEAN. Dari sisi segmen pelanggan, Perseroan melakukan penyeimbangan komposisi antara traders dan end-users di mana komposisi end-users bertambah, sehingga Perseroan tidak bergantung pada salah satu segmen pelanggan. Secara proaktif, Perseroan melakukan diversifikasi dalam aspek penjualan ke negara-negara yang potensial untuk memperkuat laju pertumbuhan finansial dan operasional.

Di tahun 2016, Perseroan memulai proses diversifikasi usaha ke sektor kelistrikan melalui anak perusahaan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x 50 megawatt (MW) di propinsi Gorontalo, Sulawesi. Pada awal 2017, anak perusahaan, PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dibentuk untuk proyek berikutnya yakni PLTU, 2x50 MW di propinsi Sulawesi Utara, Sulawesi.

Visi

Menjadi salah satu perusahaan energi terintegrasi terbaik di Indonesia yang berfokus pada pertumbuhan dan sustainability melalui pembentukan kompetensi

Misi

  • Menciptakan shareholder value yang berkelanjutan melalui dari proper mining practices
  • Membangun sumber daya manusia yang berkelanjutan
  • Investasi pada anak perusahaan dan usaha lainnya yangberhubungan yang akan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham
  • Mengelola biaya operasional penambangan secara efektif
  • Meningkatkan integrasi rantai pasokan batubara untuk memastikan kehandalan dan efisiensi
  • Membangun hubungan yang kuat dengan mitra usaha kami dan dengan komunitas keuangan
  • Menjadi perusahaan yang bertanggung jawab dalam mendukung pengembangan komunitas dan mengimplementasikan praktik tata kelola perusahaan yang baik
Tutup
Loading