Operasi Pertambangan

Operasi Pertambangan

Toba Bara melakukan open cut pertambangan di semua tambang kami. Kontraktor berpengalaman dan mapan dalam pertambangan Indonesia (Petrosea dan RCI) digunakan untuk memastikan bahwa jadwal rencana dan produksi tambang berlangsung secara efektif. Sebagai bagian dari operasi pertambangan, kami telah mengimplementasikan standar industri untuk kesehatan dan keselamatan yang sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Kami juga berusaha untuk menegakkan onsite standar kesehatan dan keselamatan tertinggi untuk menjaga karyawan kami dan memastikan produksi yang berkelanjutan.

Selain pelaksanaan prosedur operasi standar yang aman seperti lapisan batubara dengan surfaktan untuk meminimalkan kontaminasi debu dan mengurangi risiko spontaneous combustions, Toba Bara menyelenggarakan pelatihan terkait keselamatan untuk karyawan secara periodik. Kebijakan Toba Bara mengharuskan semua karyawan dan karyawan dari kontraktor untuk menghadiri sesi pelatihan mingguan dan memahami benar prosedur keselamatan kami.

ABN

PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN ) didirikan pada tahun 2004. Kepemilikan saham Toba Bara di anak perusahaan ini sebesar 51%. IUP ABN mencakup konsensi sekitar 2.990 hektar yang terletak sekitar 30 kilometer timur Samarinda, ibukota Kalimantan Timur dan dekat dengan muara Sungai Muara Jawa. Akses untuk ke wilayah konsesi di Samarinda itu adalah dengan jalan darat atau speedboat. Wilayah konsesi ABN terdiri dari 2 (dua) daerah yang berbeda, ABN Timur dan ABN Barat, dimana keduanya saat ini ditambang dengan menggunakan metode open-pit dengan armada truk dan eskavator.

Operasi dimulai pada 2008. ABN saat ini menghasilkan 2 (dua) jenis batubara campuran, ABN 52 dan ABN 58. Setelah loading, batubara melewati sepanjang Sungai Muara Jawa untuk menuju transshipment point di Muara Jawa atau Muara Berau, yang berada sekitar 65 kilometer dan 120 kilometer dari jetty milik ABN. Lokasi yang menguntungkan dari tambang ke transshipment point dan pelanggan merupakan sebuah keunggulan kompetitif. Terdapat 2 (dua) kontraktor penambangan yang membantu di daerah konsesi ABN, yaitu: Petrosea, Arkanta, dan BKPL. Sementara tongkang ditangani oleh 2 (dua) kontraktor tongkang, yaitu PT Pelita Samudera pengiriman dan PT Pelayaran Kartika Samudra Adidjaya.

Kualitas batubara didominasi Balikpapan formation, dengan nilai kalori mulai dari 5000-6000 kkal (Gross as Received). Cadangan dan sumber daya batubara yang dapat ditambang oleh ABN telah disertifikasi sesuai standar JORC. Menurut konsultan pertambangan Indonesia, PT Runge Indonesia, pada 31 Desember 2011, total cadangan batubara ABN sebesar 117 juta ton dan total sumber daya 156 juta ton.

Infrastruktur yang telah dibangun diantaranya 5 km jalan pengangkut sepanjang 5 k, 4,7 km overland conveyor, dan crusher. Pada 31 Desember 2011, gabungan batubara di ROM, batubara hancur, dan kapasitas persediaan di jetty berjumlah di 580 ribu ton. Pada bulan Januari 2012, kapasitas crusher meningkat menjadi sekitar untuk 1.800 ton/jam atau 10 juta ton per tahun. Selain itu, overland conveyor ABN dapat memuat batubara secara langsung ke tongkang ukuran 300 feet dan memiliki kapasitas sekitar 1.800 ton/jam atau 10 juta ton per tahun.

Indomining

PT Indomining didirikan pada tahun 2005. Toba Bara memiliki secara penuh (100%) anak perusahaan ini. Situs tambang Indomining terletak di Sanga – Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tidak jauh dari Muara Sungai Jawa. IUP-nya mencakup area konsesi sekitar 683 hektar. Akses ke area konsesi dari Samarinda adalah melalui jalan darat atau speedboat.

Produksi dimulai pada tahun 2007, terdiri dari operasi pertambangan permukaan open-pit menggunakan armada truk dan ekskavator. Indomining saat ini menghasilkan campuran batubara "Indomining".

Setelah ekstraksi, batubara di tambang diangkut oleh dump truck ke tempat persediaan, setelah dihancurkan. Kemudian, dibawa ke fasilitas tongkang Indomining melalui conveyor darat, dimana kemudian dimuat secara langsung ke dalam tongkang. Kedekatan lokasi penambangan batubara ke area loading mendukung Indomining mengelola pertambangan dengan biaya rendah dan kompetitif . Kontraktor yang terlibat untuk pertambangan ini adalah PT RPP Contractors Indonesia.

Menurut perkiraan JORC oleh konsultan pertambangan PT SMG Consultants, pada 31 Desember 2011, total cadangan batubara Indomining berjumlah 22 juta ton dan total sumber daya batubara berjumlah 37 juta ton.

Infrastruktur yang ada di Indomining termasuk diantaranya jalan angkut sepanjang 4 km, conveyor sepanjang 4,4 km dengan kemampuan kapasitas 900 ton/jam dan crusher dengan kapasitas 460 ton/jam. Kapasitas total persediaan pada 31 Desember 2011 adalah 250 ribu ton, dengan kapasitas crusher 3 juta ton/tahun, dan kapasitas overland conveyor 4,5 juta ton/tahun.

TMU

PT Trisensa Mineral Utama (TMU) didirikan pada tahun 2004. Toba Bara memiliki secara penuh (100%) anak perusahaan ini. Area konsesi TMU mencakup lahan seluas 3.414 hektar, terletak di Loa Janan, Muara Jawa dan Sanga – Sanga, sekitar 40 kilometer Tenggara kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Produksi dimulai pada Oktober 2011, menggunakan metode open-pit dengan truk dan sekop. TMU saat ini menghasilkan batubara termal campuran, Trisensa-47, dan akan menambah jenis batubara termal campuran di masa mendatang. Kontraktor yang dipilih untuk menangani overburden dan pertambangan batubara di TMU adalah PT Surya Teknik Anugerah.

Batubara yang ditambang kemudian diangkut oleh dump truck ke tempat persediaan, lalu dimasukkan ke crusher, dan diangkut ke dermaga yang berjarak sekitar 17 km, menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh NDM (PT Nusa Dua Makmur). Di paruh kedua tahun 2012, TMU mengharapkan dapat menggunakan akses jalan, crusher, dan fasilitas yang dimiliki Kutai Energi (KE) yang berjarak sekitar 17 km. Selain itu, TMU berniat membangun jalan pengangkutan dari tambang ke daerah konsesi ABN dan terhubung dengan Indomining sehingga dapat mengakses dan menggunakan fasilitas jetty Indomining. TMU mentargetkan dapat menggunakan dermaga Indomining dan fasilitas jetty milik KE untuk pengangkutan batubara sehingga kapasitas penjualan akan lebih meningkat.

Laporan JORC dilakukan oleh Marston & Marston, Inc,pada 31 Oktober 2011, di sekitar 680 hektar dari 3.414 hektar dari area konsesi TMU, diperkirakan total cadangan batubara sebesar 8 juta ton dan total sumber daya batubara sebesar 43 juta ton.