Bisnis Kami

Sekilas Info

Business Overview 1Business Overview 2

Perseroan merupakan salah satu produsen batu bara termal utama di Indonesia yang memiliki luas konsesi area sekitar 7.087 hektar dan total estimasi cadangan batu bara sebesar 147 juta ton dengan kalori batu bara 4.800-5.900 GAR. Perseroan memiliki 3 konsesi tambang yang lokasinya saling bersebelahan di Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ketiga lokasi konsesi tambang ini dioperasikan oleh 3 anak perusahaan Perseroan yaitu PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), PT Indomining (IM), dan PT Trisensa Mineral Utama (TMU). Lokasi ketiga konsesi tambang tersebut memiliki akses logistik yang memadai. Oleh sebab itu, Perseroan memanfaatkan kelebihan ini untuk mengintegrasikan sistem logistik dan bersama-sama dengan anak perusahaan menggunakan infrastruktur secara kolektif untuk mengoptimalkan efisiensi biaya. Untuk penjualan batu bara Perseroan saat ini telah lebih terdiversifikasi ke pasar ekspor utama di Asia Pasifik selain Tiongkok, yakni Korea Selatan, Taiwan, India, Jepang dan kawasan ASEAN. Dari sisi segmen pelanggan, Perseroan melakukan penyeimbangan komposisi antara traders dan end-users di mana komposisi end-users bertambah, sehingga Perseroan tidak bergantung pada salah satu segmen pelanggan. Secara proaktif, Perseroan melakukan diversifikasi dalam aspek penjualan ke negara-negara yang memiliki prospek permintaan yang baik untuk memperkuat laju pertumbuhan finansial dan operasional.

Perseroan memiliki usaha di bidang pengolahan minyak kelapa sawit melalui anak perusahaan perkebunan PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU) yang berlokasi di Sangasanga. Untuk mengoptimalkan perkebunan kelapa sawit tersebut, Perseroan membangun pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam untuk memproses hasil menjadi minyak kelapa sawit. Pabrik kelapa sawit tersebut telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2016.

Inisiatif strategis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dilakukan Perseroan dengan diversifikasi usaha ke bidang kelistrikan. Di tahun 2016, Perseroan memulai proses diversifikasi usaha tersebut melalui pembentukan anak perusahaan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x50 megawatt (MW) di propinsi Gorontalo, Sulawesi. Pada awal 2017, anak perusahaan, PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dibentuk untuk proyek berikutnya yakni PLTU, 2x50 MW di propinsi Sulawesi Utara, Sulawesi. Perseroan secara aktif akan berfokus pada pengembangan usaha di bidang kelistrikan yang mencakup energi fossil dan non fossil-based (energi terbarukan) sebagai strategi menjadi perusahaan energi yang terintegrasi pada tahun 2020.

Tutup
Loading