Berita

Berita

Toba Bara segera menyetrum PLTU

1 August 2017

Toba Bara segera menyetrum PLTU

JAKARTA. Rencana PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) mencuatkan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sulbagut-1 matang sudah. Pasca tahap pemenuhan pembiayaan atau financial close, Toba kini siap masuk tahap konstruksi PLTU Sulbagut-1.

Jadwalnya: pembangunan proyek ini akan mulai kuartal I 2018. Adapun target pengoperasian atau commercial operation date (COD) pada tahun 2020.

Tahap pembiayaan selesai lantaran Toba resmi mendapatkan pembiayaan investasi antara US$ 210 juta hingga US$ 220 juta untuk PLTU Sulbagut-1. "Pendanaan proyek ini diperoleh dari Bank Mandiri," terang Juli Oktarian, Direktur PT Gorontalo Listrik Perdana, Senin (31/7).

Adalah Gorontalo Listrik Perdana menjadi konsorsium penggarap PLTU Sulbagut-1. Toba mengempit 60% saham. Sementara induk usaha mereka yakni PT Toba Sejahtera dan perusahaan asal China, yakni Shanghai Electric Power Construction Co. Ltd., masing-masing mendekap 20% saham.

Gorontalo Listrik Perdana membutuhkan waktu sekitar setahun dari sejak meneken perjanjian jual-beli listrik atau power purchase agreement (PPA) hingga financial close. Penandatanganan PPA dengan PT Perusahaan Listrik Negara berlangsung pada 14 Juli 2016 lalu. Jangka waktu perjanjian selama 25 tahun.

PLTU Sulbagut-1 merupakan pembangkit listrik berkapasitas 2x50 megawatt (MW) di Desa Tanjung Karang, Gorontalo Utara. PLTU itu masuk dalam megaproyek listrik 35.000 MW pemerintah.

Beroperasinya PLTU Sulbagut-1 tak cuma berpotensi mendapatkan pendapatan rutin bagi Toba Bara Sejahtra. Sebab, perusahaan berkode saham TOBA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu juga menyuplai bahan bakar berupa batubara. Estimasi kebutuhannya tiap tahun 600.000-650.000 ton batubara dengan 3.800 kilo kalori (kkal) 4400 kkal.

Dus, langkah Toba Bara Sejahtra membangun PLTU Sulbagut-1 juga menjadi keputusan strategi. Mengingat, mayoritas sumber pendapatan mereka saat ini adalah pertambangan batubara.

Menurut catatan keuangan terakhir yang dipublikasikan di BEI, yakni per 31 Maret 2017, pertambangan mencatatkan pendapatan US$ 62,57 juta. Nilai itu setara dengan 99,82%. Kontribusi sisanya dari kategori lain-lain.

Menyiapkan proyek lain

Tak heran ekspansi bisnis setrum Toba Bara Sejahtra tak berhenti di PLTU Sulbagut-1. Selanjutnya mereka mengawal PLTU Sulut-3 yang pada 7 April 2017 lalu sampai tahap penandatangan PPA.

Asal tahu, PLTU Sulut-3 berada di Minahasa Utara, Sulawesi Utara dengan kapasitas 2x50 MW. Proyek setrum itu berjalan di bawah PT Minahasa Cahaya Lestari. Komposisi sahamnya terdiri dari 90% PT Toba Bara Energi dan 10% Sinohydro Corporation Limited.

Target financial close PLTU Sulut-3 adalah akhir tahun ini. "Saat ini masih menunggu syarat tangguh dari Kementerian ESDM, dalam waktu dekat bisa kami peroleh financial close-nya, supaya bisa segera dibangun," ujar Tries Nainggolan, PT Gorontalo Listrik Perdana.

Toba Bara Sejahtra juga mengincar proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 60 MW di Sumatra Utara. Sejauh ini, lelang PLN masih berlangsung.

Tak cuma itu, Toba Bara Sejahtra juga berhasrat membangun pembangkit listrik untuk kawasan industri. "Prinsipnya kami mau menjadi perusahaan yang terintegrasi, tentunya harus ada demandnya dulu," tutur Pandu Sjahrir, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Toba Bara Sejahtra Tbk.

Tutup
Loading