News

News

Hak Jawab PT Toba Bara Sejahtra Tbk

16 April 2019

Hak Jawab PT Toba Bara Sejahtra Tbk

PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) menanggapi berita kumparan terkait anjloknya harga saham TOBA, perusahaan tambang batu bara yang sebagian sahamnya (9,99 persen) dimiliki Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

 Dalam berita kumparan tadi pagi disebut, mengutip data perdagangan RTI yang merujuk pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 9.03 waktu JATS, saham TOBA anjlok 710 poin atau 44,65 persen ke posisi Rp 880.
 
 Berselang beberapa jam, saham TOBA terhenti di level Rp 1.590. Setelah itu, saham TOBA akhirnya bergerak pada pukul 14.19 waktu JATS. Saham TOBA naik 10 poin (0,63 persen) ke level Rp 1.600.
 

Saham PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) anjlok 710 poin (44,65 persen) ke Rp 880. Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan

kumparan mencoba mengonfirmasi hal ini kepada BEI sebagai otoritas perdagangan saham di Indonesia. Namun, manajemen BEI belum memberikan penjelasan.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi hanya menjawab singkat. "Aku belum bar kabar.. Coba hubungi Pak Nyoman (direktur penilaian perusahaan BEI) ya," kata Inarno dalam pesan singkatnya kepada kumparan, Selasa (16/4).

Berikut Hak Jawab yang dilayangkan Toba Bara atas berita kumparan tersebut:

 Perihal: Hak Jawab Pemberitaan di Portal Berita Kumparan.com
 
 Dengan hormat,
 
 Sehubungan dengan pemberitaan di portal berita www.kumparan.com edisi Selasa, 16 April 2019 dengan judul Artikel “Saham Batubara Milik Luhut Anjlok 44,56 persen”, kami merasa perlu untuk menggunakan hak jawab kami sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers (“UU Pers”), agar informasi yang diterima oleh masyarakat menjadi lebih akurat, berimbang serta tidak berpihak.
 
 Kami ingin menegaskan kembali beberapa informasi yang telah beberapa kali kami sampaikan kepada public mengenai informasi faktual terkait perusahaan kami, PT Toba Bara Sejahtra Tbk, sebagai berikut:
 
 1. Sejak awal tahun 2017, Highland Strategic Holdings Pte Ltd, suatu perusahaan investasi yang berbasis di Singapura melakukan pengambilalihan saham mayoritas PT Toba Bara Sejahtra Tbk (“Toba Bara”) sebesar 61,7% dari PT Toba Sejahtra, dimana kepemilikan Bapak Luhut Binsar Pandjaitan di TBS melalui TS menjadi 9,99%.
 
 2. Saat artikel pemberitaan di atas, yakni tanggal 16 April 2019 kondisi market untuk saham Toba Bara dengan kode ticker TOBA di bursa saham Indonesia Stock Exchange mengalami kenaikan sebesar 10 poin di angka 1.600 atau naik sebesar 0,63% dari harga penutupan pasar hari sebelumnya, 15 April 2019 yaitu di angka 1.590 per lembar saham. (Data kami ambil dari Bloomberg dan Yahoo Finance di tanggal 16 April 2019 saat penutupan harga pasar).
 
 3. Kami meminta pihak Kumparan menjelaskan apa dasar Kumparan mengatakan bahwa saham TOBA turun sebesar 44,56%
 
 Kami ingin meminta agar redaksi Kumparan dapat meralat pemberitaan yang dimaksud yang dapat merugikan Toba Bara sebagai perusahaan publik.
 

Demikian kami sampaikan Hak Jawab kami sesuai dengan UUPers, mohon kiranya dapat ditanggapi atau dilayani sesuai dengan kewajiban dalam Pasal 5 UU Pers. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan banyak terima kasih. 

Hormat kami,

PT Toba Bara Sejahtra Tbk

 

Justarina Naiborhu                                                                               Alvin F. Sunanda

 

Direktur Utama                                                                                      Direktur Independen

 

foto dan sumber: https://kumparan.com/@kumparanbisnis/hak-jawab-pt-toba-bara-sejahtra-tbk-1qtneZGFJ7X

Close
Loading