News

News

13 December 2016

Luhut Pandjaitan Jual Toba Bara Sejahtra (TOBA) Rp1,07 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pemilik PT Toba Sejahtra bakal melepas kepemilikan saham mayoritas di dalam PT Toba Bara Sejahtra Tbk. kepada Highland Strategic Holding Pte. Ltd.

Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, seorang jenderal bintang empat Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus AD) merupakan pendiri PT Toba Sejahtra. Luhut memiliki 99,98% saham Grup PT Toba Sejahtra.

"Saya enggak tahu, sudah lama enggak mengurusi TOBA," ujarnya saat dikonfirmasi Bisnis.com terkait transaksi penjualan saham mayoritas Toba Bara Sejahtra, ketika ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya usai acara Indonesianisme Summit Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, Sabtu (10/12/2016).

Pada Senin (5/12/2016), Direktur Utama Justarina Naiborhu dan Direktur Keuangan Toba Bara Sejahtra Pandu Patria Sjahrir mengumumkan penandatanganan rencana penjualan saham dalam perseroan oleh ultimate shareholder.

Toba Sejahtra bakal melepas 61,79% kepemilikan saham emiten bersandi TOBA tersebut kepada Highland Strategic Holding asal Singapura. Penandatanganan pembelian saham bersyarat (conditional sale and purchase agreement/CSPA) dilakukan pada Jumat (9/12).

"Pihak yang bertransaksi bukan merupakan yang terafiliasi," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia.

Akan tetapi, manajemen TOBA belum menguraikan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial ownership) dari pembeli saham TOBA yang baru tersebut. Pembeli merupakan suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura, yang beralamat di 3 Jalan Pisang, Singapura, 199070.

Jika transaksi terealisasi, Toba Sejahtra milik Luhut akan mengempit kepemilikan 9,99% saham dalam TOBA. Pemegang saham pengendali bakal beralih kepada Highland Strategic.

Per 31 Oktober 2016, Toba Sejahtra menggenggam kepemilikan 71,78% saham dalam TOBA. Rinciannya, Toba Sejahtra menggenggam 1,44 miliar lembar saham, yang artinya Luhut akan melepas 1,24 miliar lembar saham TOBA.

Dari data Bloomberg, harga saham TOBA pada Jumat (9/12/2016) mencapai Rp865 per lembar. Sehingga, diperkirakan Luhut akan mengantongi dana Rp1,07 triliun dari penjualan saham TOBA.

Susunan kepemilikan saham pasca-transaksi terdiri dari Highland Strategic Holding (61,79%), Bintang Bara B.V. (10%), PT Toba Sejahtra (9,99%), PT Bara Makmur Abadi (6,25%), PT Sinergi Sukses Utama (5,1%), Roby Budi Prakoso (3,64%), Davit Togar Pandjaitan (0,75%), dan publik (2,47%).

Hingga kuartal III/2016, pendapatan TOBA merosot 28,47% menjadi US$192,09 juta seiring tekanan harga batu bara. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga anjlok 81,82% menjadi US$1,73 juta.

Manajemen TOBA berencana memproduksi 1,3 juta hingga 1,5 juta ton batu bara pada kuartal IV/2016. TOBA baru memproduksi 4 juta - 4,5 juta ton dari total target produksi 5 juta - 6 juta ton.

Sumber

Close
Loading