News

News

Gorontalo Akan Dapat Tambahan Listrik dari PLTU Sulbagut-1 di 2020

31 July 2017

Gorontalo Akan Dapat Tambahan Listrik dari PLTU Sulbagut-1 di 2020

PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) akan segera melakukan konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulbagut-1 di Provinsi Gorontalo pada kuartal-I 2018. PLTU Sulbagut-1 memiliki kapasitas listrik 2 x 250 MW.
Direktur Utama GLP, Tires Nainggolan, menyatakan proses financial close perjanjian jual beli tenaga listrik antara GLP dan PLN sudah dilakukan. Dengan begitu perseroan bisa mempercepat pembangunan guna mendukung program pemerintah untuk membangun proyek pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW.
 
"Financial close merupakan perdana dan satu tonggak buat kami setelah penandatanganan PPA (Power Purchase Agreement) pada Juli 2017 tepat 1 tahun kami berhasil mengamankan financial close untuk proyek ini. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan kami bersyukur atas bantuan beberapa pihak sehingga selesai tepat waktu. Setelah ini kami akan fokus pada pembangunan," kata Tries dalam acara Financial Close PT GLP di kantor Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (31/7).
 
Sementara itu, saat ditemui di tempat yang sama Direktur sekaligus Sekretaris PT Toba Bara Sejahtra Tbk yang tidak lain adalah induk usaha PT GLP, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan perseroan telah menyelesaikan beberapa proses seperti pembebasan lahan dan Amdal.
 
Ia mengaku, dalam pembangunan PLTU Sulbagut-1, perseroan telah banyak dibantu oleh beberapa pihak terkait. Hingga akhirnya, proses ini bisa berjalan sesuai dengan yang ditargetkan.
 
"Jadi banyak negosiasi dengan banyak pihak terkait dan ada beberapa hal untuk persetujuan. Bagaimana kesiapan pendanaan dari perseroan itu merupakan proses dan kami bangga itu selasai ontime," katanya.
Ia juga mengatakan setelah rampungnya financial close ini maka perseroan menargetkan PLTU bisa memasuki fase komersial (commercial on date/COD) pada tahun 2020.
 
"2020 kita ingin konrutibusi dari maining di sana seimbang. Jadi kalau terminnya sekarang investasi. Ini akan menambah dari sisi aset dan earning, juga ini akan merubah risk profile," ujarnya.
 
Close
Loading